Kamis, 30 Juli 2015

asli indonesia

Kendaraan buatan Indonesia
   Siapa bilang Indonesia gak bisa buat mobil?? Siapa bilang Indonesia negara yang CEMEN? dan siapa bilang Indonesia gak bisa bersaing di DUNIA LUAR? yang bilang gitu pasti belum tahu mobil-mobil buatan anak bangsa ini... jangan selalu MENCELA suatu negara kalo kamubelum tau dalemannya bangsa ini.

1. Esemka




     Esemka adalah produk mobil hasil rakitan siswa-siswa SMK yang bekerja sama dengan institusi dalam negeri dan beberapa perusahaan lokal dan nasional. Kandungan komponen lokal berkisar antara 50%-90%.


Sejarah Perjuangan Uji Emisi
     Setelah menempuh perjalanan dari Surakarta menuju Jakarta, maka pada tanggal 27 Pebruari 2012 mobil Esemka Rajawali melakukan Uji Emisi Euro-2 di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BMTP) Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Kendaraan didiamkan selama 6 jam untuk mendinginkan mesin, oli dan air radiator, kemudian Uji Emisi dilakukan dan hanya memakan waktu 19 menit 45 detik dengan 'hasil' tidak ada masalah dan kendala apapun, walaupun demikian hasil rinci uji emisi secara resmi hanya bisa diumumkan oleh Dirjen Perhubungan Darat sebagai pemberi perintah. BMTP berada di bawah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang memiliki sertifikat internasional dan resmi
     Tanggal 16 Agustus 2012, merupakan tonggak keberhasilan Esemka, setelah melalui proses perbaikan, akhirnya berhasil melampaui nilai ambang batas Euro 2 dengan hasil CO = 1.544 g/km dan NOx+HC = 0,598 g/km
2. Ervina

Evina adalah sebuah mobil listrik buatan Indonesia yang drancang oleh Dasep Ahmadi. Evina merupakan singkatan dari Electric Vehicle Indonesia. Mobil listrik ini diberi nama oleh direktur PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), yaitu Nur Pamudji. Karena pihak Ahmadi melalui PT Sarimas Ahmadi Pratama menggandeng PLN dalam pengembangan mobil listrik ini. Di sini PLN berperan sebagai penyedia infrastruktur bagi mobil listrik.
     Evina mampu dipacu hingga mencapai kecepatan maksimum 120 km/jam. Mobil ini direncanakan akan dipakai pada konferensi APEC ke-12 diBali, pada November mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Menko Perekonomian, Hatta Rajasa. Hatta Rajasa sendiri telah melakukan test drive terhadap evina dan menyebut mobil tersebut telah sempurna dan siap untuk dipergunakan.
3. Fin Komodo

FIN Komodo adalah mobil nasional jenis Cruiser yang bisa digunakan sebagai kendaraan penjelajah (offroad). Disamping untuk misi penjelajah atau pengawasan, Fin Komodo juga dapat digunakan untuk mengangkut beban (barang bawaan) seberat 250 Kg, sehingga dapat juga berfungsi sebagai kendaraan utility.
Kelebihan
     Disamping untuk misi penjelajah atau survey atau pengawasan, maka FIN Komodo juga dapat digunakan untuk mengangkut beban (barang bawaan) seberat 250 Kg, sehingga dapat juga berfungsi sebagai kendaraan utility.
     Kestabilan kendaraan ini pada medan offroad yang ekstrem tidak diragukan lagi, karena kami design dengan menggunakan perhitungan matematika persamaan keseimbangan yang akurat untuk setiap komponen dan manufaktur nya.
4. GEA

GEA adalah merek mobil Indonesia yang dibuat oleh PT Inka (Industri Kereta Api). GEA merupakan singkatan dari Gulirkan Energi Alternatif. Sumber tenaga GEA adalah Mesin Rusnas berkapasitas 640 cc. Mesin ini, dibuat oleh BPPT. GEA mampu dipacu sampai dengan 90 km/jam. Menurut perhitungan harga tahun 2009, jika satu mesin prototipe menghabiskan biaya sekitar Rp 50 juta, saat produksi percobaan (trial production) ongkosnya bisa ditekan hingga Rp 15 juta. Dengan konsep chip and fixture diperkirakan harganya bisa ditekan lagi menjadi Rp 8 juta per mesin. Diharapkan harga mobilnya Rp 20 juta dan harga mesinnya Rp 8 juta.
     Pasar pertama yang disasar adalah para pemilik angkutan umum, tapi tak tertutup juga jika diperuntukkan sebagai kendaraan pribadi.
5. Mobil Tawon

     Mobil Tawon merubakan mobil nasional yang diproduksi oleh PT Super Gasindo Jaya yang lokasi industrinya di Rangkasbitung - Banten.
     Dinamakan Tawon karena karena filosofinya, Tawon itu rajin bekerja, pagi-pagi sudah bekerja, selain itu, Tawon memiliki komunikasi yang sangat tinggi antar sesamanya, serta hanya mau bersarang di tempat yang bersih. Tawon pun menghasilkan produk yang berdayaguna seperti madu, serta dengan sengatnya, membuat Tawon tidak mudah diganggu.
6. Tucuxi


     Tucuxi atau "si Lumba-lumba" adalah sebuah mobil listrik produksi Indonesia yang masih dalam tahap "prototype". Desainer mobil ini seorang mantan karyawan pabrik mobil Chrysler di Amerika kelahiran Pacitan, Indonesia, Danet Suryatama. Ia juga merupakan pendiri dan pemilik pabrik mobil listrik ElektrikCar, LLC yang berada di Michigan, Amerika Serikat.
     Awalnya mobil listrik ini merupakan pesanan Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan. Beliau memesan mobil tersebut pada Danet Suryatama yang sebenarnya telah menciptakan mobil konsep tersebut pada tahun 2004 hingga 2008. Begitu mendapat tawaran dari Dahlan Iskan untuk mengembangkan mobil rancangannya itu, Danet langsung menyatakan kesanggupannya. Hasil riset yang telah dipatenkan itu ia boyong pulang kampung.
7. Timor


     Mobil ini dimaksudkan sebagai mobil nasional Indonesia, seperti Proton di negara Malaysia. Karenanya, mobil merk Timor dibebaskan dari pajak-pajak dan bea lainnya yang biasa dikenakan pada mobil-mobil lain yang dijual di Indonesia. Timor adalah kepanjangan dari Teknologi Industri Mobil Rakyat, dan nama lengkap perusahaannya adalah Timor Putra Nasional. Perusahaan ini dimiliki oleh Tommy Soeharto, anak dari mantan presiden Soeharto. Setelah krisis ekonomi Asia yang menyebabkan Kia Motors pada tahun 1997 bangkrut (pada tahun 1998 dibeli oleh Hyundai), dan keruntuhan rezim Soeharto, maka proyek Timor juga ditutup.

8. Bus elektrik buatan Indonesia tinggal satu tahap

Sindonews.com - Kalau pemerintah sibuk mengkampanyekan mobil murah, LIPI diam-diam mendesain bus tenaga baterai yang saat ini tinggal babak terakhir yang sedang didesain LIPI. Kalau itu selesai segera diluncurkan menjadi transportasi massal.

“Ada lima tahap teknologi kunci, sekarang tinggal satu tahap lagi yang kita perjuangkan yaitu baterainya, bagaimana baterai bodynya kecil tapi menyimpan energi yang besar, tinggal itu lagi desain yang kita teletih,” ujar Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta saat berkunjung ke Padang, Sumatera Barat, Kamis (26/9/2013).

Lanjut Gusti, kalau dibandingkan dengan mobil murah saat ini, satu liter itu bisa menempuh 20 Kilometer, kalau mobil biasa satu liter bisa berjalan sejauh 12 Kilometer. “Tapi kalau bus yang kita desain ini sekali charges baterai bisa menempuh 150 Kilometer, itupun tidak ada pencemaran udara, kalau yang lainkan masih pakai bensin,” katanya.

Memang ada yang sudah jadi, tapi jenisnya hanya sedan, Gusti mau membuat bus yang besar untuk angkutan missal. “Ini tujuannya agar Jakarta dan kota lain tidak lagi disesaki oleh mobil-mobil pribadi,” jelasnya.

Sebenarnya prototipe konsep mobil bertenaga listrik sudah dipamerkan saat  peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-17 dan Fun Drive Mobil Listrik Nasional, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Proyek riset LIPI ini merupakan rangkaian yang telah diusung sejak 1997. Khusus electric bus ini, perancangannya dimulai dari 2011. Mobil dengan konsep ramah energi dan ramah lingkungan ini memiliki berat 2,5 ton. Sedangkan, khusus untuk baterainya berbobot 750 kilogram.

Melalui anggaran penelitian pada 2011, terhitung investasi untuk riset mobil elektrik ini menggelontorkan dana hingga Rp1,2 miliar. “Rencananya, bus listrik dengan kapasitas penumpang 15 orang itu akan dijual dengan kisaran harga Rp900 juta per unit,” tutupnya.
Sekarang,masih gak mau bangga dengan Produk asli indonesia?
Sumber: http://id.wikipedia.org  dan http://ekbis.sindonews.com

Minggu, 28 Juni 2015

Pemicu Mesin Mobil Getar


Pemicu Mesin Mobil Getar. Tanda-tanda demam pada manusia, badan terasa menggigil (gemetar). Kalau pada mobil mesin bergetar berarti ada komponen yang tidak beres. Gangguan itu sangat menyebalkan, terutama saat menunggu lampu rambu
(traffic light), suara mesin terdengar pincang.
Mereka-reka penyebab mesin bergetar bisa mengeluarkan banyak biaya ketika dibawa ke bengkel. Lain halnya jika Anda sudah mengetahui penyebabnya, Anda tak bakalan dikelabui mekanik. Beberapa petunjuk di bawah ini mungkin bisa membantu Anda.
1. Busi mati
Mesin pincang, tidak cuma saat kondisi stasioner, tapi juga saat jalan. Biasanya, dari 4 busi ada satu busi yang mati. Solusinya, disarankan untuk mengganti semua busi agar kondisinya sama.
2. Distributor rusak
Sistem pengapian tidak sempurna akibat distributor rusak, membuat putaran mesin tidak rata.
3. Koil rusak
Mesin bergetar, langsung mati dan tidak bisa dihidupkan. Bila kerusakan koil sudah parah, mesin sulit dihidupkan. Ganti komponen pembangkit listrik ini.
4. Sistem injeksi terganggu
Untuk mobil yang sudah menggunakan sistem pasokan bahan bakar injeksi. Gejalanya, mesin bergetar dengan frekuensi agak jarang dan muncul pada putaran mesin tinggi. Jika kerusakan belum parah atau sekadar terjadi penumpukan kotoran, bisa dilakukan pembersihan dengan kalibrasi ulang nosel injektor.
5. Karburator kotor atau bermasalah
Mesin tidak akan bekerja sempurna dan timbul getaran. Komponen ini memiliki tugas menyuplai bensin ke silinder.
6. Setelah idle dan valve karburator
Ini khusus untuk mobil yang masih memakai karburator. Bila setelan idle terlalu tinggi dan katup karburator tak menutup sempurna, mesin bergetar saat dimatikan. Sebab, kala kunci kontak sudah di-off, mesin masih mendapat suplai bensin. jadi, perlu setel ulang karburator

Penyebab dan Cara Memperbaiki Mesin yang Tidak Mau Hidup


MOBIL MOGOK
Mesin Susah Distart
  • Penyebab : Api busi lemah
Tindakan : Periksa keadaan platina dan kawat sirkuit primer, kemungkinan salah sambung
  • Penyebab : Sambungan sirkuit koil terbuka atau korsleting dengan massa
Tindakan : Sambungkan sebuah lampu penguji 110 volt pada terminal-terminal primer koil. Jika lampu tidak  menyala, maka sambungan sirkuit primer terbuka (terputus). Sambungkan lampu tersebut antara terminal tekanan tinggi dengan terminal-terminal primer koil. Sambungkan salah satu terminal lampu pada tabung koil dan terminal lainnya pada terminal tegangan tinggi dan primer. Jika lampunya menyala atau terjadi lompatan api pada titik kontak, maka kumparan koil korsleting dengan massa.
  • Penyebab : Busi kotor atau kurang tepat pemasangannya
Tindakan : Bersihkan busi dan pasang ulang dengan baik
  • Penyebab : Kabel busi pecah atau rusak
Tindakan : Perbaiki atau ganti dengan yang baru. Ukur tahanan pada kabel-kabel tekanan tinggi dengan ohmmeter untuk memastikan bahwa syarat-syarat pabrik terpenuhi.
  • Penyebab : Aki lemah atau rusak
Tindakan : Isi ulang aki atau ganti dengan yang baru.
Mesin susah distart dalam kondisi panas
  • Penyebab : Api bocor antara kabel dan busi
Tindakan : Jika api tidak mampu menjembatani jarak antara 1/4 sampai 3/8 inci secara teratur, periksa keadaan platina, kondensator dan koil.
  • Penyebab : Cuk macet tertutup
Tindakan : Lepaskan menurut keperluan
  • Penyebab : Motor starter atau kabelnya rusak
Tindakan : Perbaikan atau ganti dengan yang baru
  • Penyebab : Mesin terlalu panas
Tindakan : Periksa bagian pendingin mesin seperti radiator. Servis jika diperlukan.
Mesin susah distart dalam kondisi dingin
  • Penyebab : Satu komponen atau lebih dari bagian pengapian bekerja kurang sempurna
Tindakan : Periksa seluruh bagian pengapian dengan alat atau pengujian yang cocok
  • Penyebab : Aki lemah atau rusak
Tindakan : Isi aki atau ganti dengan yang baru.
  • Penyebab : Oli terlalu kental
Tindakan : Buang dan ganti dengan oli yang cocok untuk kondisi mesin.

Minggu, 25 Januari 2015

komponen dan fungsi sistem AC


Komponen – Komponen ( Spare Part / Onderdil ) Utama AC Mobil meliputi :
Kompresor ( compresor ) Berfungsi memberikan tekanan pada zat pendingin ( refrigerants ) agar bersikulasi pada sistem. Kompresor ada dua jenis yaitu jenis rotari (gerakan rotor di dalam stator kompresor akan menghisap dan menekan zat pendingin ) dan torak ( untuk menghisap dan menekan zat pendingin dilakukan oleh gerakan torak di dalam silinder kompresor ). Agar kinerja kompresor tidak terlalu membebani mesin dan lebih awet maka dipasangi alat bernama pressure swicth untuk mengatur secara otomatis jalannya kompresor.

Keuntungan kompresor rotari :
Karena setiap putaran menghasilkan langkah – langkah hisap dan tekan secara bersamaan, maka momen putar lebih merata akibatnya getaran/kejutan lebih kecil.
Ukuran dimensinya dapat dibuat lebih kecil & menghemat tempat.
Kerugian :
Sampai saat ini hanya dipakai untuk sistem AC yang kecil saja sebab pada volume yang besar, rumah dan rotornya harus besar pula dan kipas pada rotor tidak cukup kuat menahan gesekan.
Merk kompresor AC mobil yang ada di pasaran Indonesia yang populer Denso dan Sanden. Harga kompresor ac mobil berkisar Rp. 1 jt hingga 4 jt. Rata – rata harga baru kompresor AC mobil merk Denso untuk Toyota Kijang Kapsul yaitu Rp. 1,5 jt, Innova Rp. 2 jt, Avanza Rp. 1,9 jt, Isuzu Panther dari 1,6 jt ( panther kapsul ) hingga 2 jt ( panther lama ), Suzuki Carry Futura Rp. 2jt, Daihatsu Zebra 1,9 jt, Xenia ( 1.0 )Rp. 2,1 jt, Terios Rp. 2jt, Mitsubishi Kuda Rp. 1,7 jt.
Kondensor / Kondensator ( condenser )
Berfungsi mendinginkan atau memperkecil kalor zat pendingin yang telah diberi tekanan oleh kompresor. Pada saat diberi tekanan kompresor suhu zat pendingin menjadi panas, setelah melewati kondensor menjadi dingin dan berubah jadi cair. Merk kondensor di pasaran antara lain Denso, IMT Yaruki, Paco. Harganya mulai Rp. 400rb hingga 1,5 jt tergantung merk dan jenis kendaraannya.
Receiver Dryer / Drier
Berfungsi menyerap atau mengeringkan uap air sebagai efek pendinginan zat pendingin dari kondensor. Harga receiver dryer berkisar dari Rp. 150 rb hingga Rp. 400 rb.
Katup Ekspansi ( expansion valve )
Berfungsi menurunkan tekanan zat pendingin dari kondensor sebelum masuk ke evaporator, tujuannya agar zat pendingin berfungsi optimal menyerap panas di sekitar evaporator. Bentuk ekspansi ada yang kotak dan kapiler. Hati – hati jangan sembarangan gonta – ganti atau mencampur jenis zat pendingin, sesuaikan dengan spesifikasi AC anda agar sistem terhindar dari kerusakan mengingat karakter zat pendingin berbeda – beda. Harganya hampir sama dengan receiver dryer.
Evaporator
Berfungsi mengambil panas zat pendingin agar menjadi lebih dingin serta merubahnya menjadi gas. Sepintas mirip kondensor cuma evaporator lebih banyak mengambil panas dibandingkan kondensor. Evaporator diletakkan dalam dashboard mobil dan dilengkapi motor blower atau kipas peniup untuk menghembuskan udara dingin ke dalam kabin mobil. Agar udara yang ditiup bersih maka diperlukan filter untuk menyaring kotoran yang ikut tertiup blower. Harga evaporator mulai Rp. 500 rb hingga 1 jt. Setelah zat pendingin melewati evaporator lalu kembali ke kompresor.
Zat Pendingin ( Refigerant )
Dahulu yang umum dipakai adalah freon jenis R – 12 namun karena merusak lapisan ozon maka diganti dengan jenis R 134a yang ramah lingkungan. Namun perlu diketahui AC yang didesain menggunakan zat pendingin R – 12 tidak boleh begitu saja dicampur atau full diganti R 134a tanpa mengganti beberapa sparepart sistem AC dan jenis oli kompresor. Hal ini mengingat molekul R 134a lebih kecil dari R – 12. Kalau anda memaksakan mencampur tanpa mengganti spare part dan oli kompresor maka dipastikan kompresor macet / rusak serta sering freon habis karena bocor. Oli kompresor R – 12 adalah ND-OIL6 (mineral oil) atau ND-OIL7 sedangkan Oli kompresor R134a adalah ND-OIL8 (synthetic oil) atau ND-OIL9.
Berikut hal – hal yang perlu dilakukan untuk pindah dari R – 12 ke R 134a
Sparepart yang perlu diganti agar sistem R – 12 bisa diganti R134a yaitu :
Seal / Penyekat/ O-Ring
Pada sistem AC R12, digunakan NBR(Nitrile Butadiene Rubber) sebagai bahan dasar penyekat/seal termasuk O-Ring, Lip-Seal pada kompresor dan selang-selangnya.
Sialnya, NBR ini larut dengan freon R134a karena akan mengembang dan membusa!
Sistem R134a menggunakan RBR (Rubber in Behalf of R134a), jadi bisa dibilang karet sealer khusus R134a.
Secara fisik O-Ring untuk R134a lebih tebal (gemuk) ketimbang R12.
Hose / Selang Tekanan Tinggi dan Rendah
Sampai saat ini selang tekanan tinggi dan rendah menggunakan NBR. Artinya jika tetap digunakan untuk sistem R134a akan menyebabkan freon bocor!
Jadi.. selang harus disesuaikan dengan sistem R134a.
Dryer-Receiver
Sampai sekarang isi dryer-receiver menggunakan Silica-Gel untuk menghilangkan uap air, sehingga untuk R134a dibutuhkan lebih banyak Silica-Gel. Untuk memisahkan air pada R134a digunakan Zeolite untuk menggantikan Silica-Gel.
Sistem Sambungan Pipa/Selang
Sistem penyekatan pada sambungan selang/pipa pun berbeda antara sistem R12 dengan R134a.
Hingga perubahan pada katup/socket pengisian freon pun berubah.
Magnetic Clutch
Tekanan pada suhu tinggi R134a lebih tinggi dari R12, sehingga kompresor butuh tenaga lebih besar untuk mengkompresi freon. Jelas akhirnya butuh model Magnetic Clutch yang berdaya kerja lebih baik dan kuat, selain itu rotor dan bearing pun dibuat spek yang lebih baik dari sistem sebelumnya.
Kalau magnetic clutch tidak disesuaikan… jelas sistem tidak akan bekerja dengan baik.
Condenser
Pada sistem R134a, tekanan pada sisi tekanan tinggi lebih besar ketimbang R12, sehingga terlihat perubahan bentuk pada fin yang dibuat lebih rapat dengan tube yang lebih tipis/ramping agar dapat melepas radiasi panas lebih baik.
Pressure Switch
Dari hal-hal di atas sudah terlihat bahwa tekanan dalam sistem R134a lebih besar dari R12, tentunya Pressure Switch yang dipakai untuk ON/OFF kompresor perlu berubah juga.
Expansion Valve dan Evaporator Pressure Regulator (EPR)
Akibat tekanan yang lebih tinggi maka bukaan klep pada expansion valve dan EPR juga disesuaikan sehingga kapasitas pendinginannya sama dengan R12.
Untunglah sekarang ada Musi Cool refigerant buatan Pertamina yang lebih ramah lingkungan dan cocok mnggantikan sistem R – 12 maupun R – 134a tanpa perlu mngganti sparepart.

Beberapa Penyebab Kerusakan Mesin Fatal


Jangan Hal seperti ini terjadi pada mobil anda
Jangan Hal seperti ini
terjadi pada mobil anda
Ada Beberapa Penyebab kehancuran sebuah mesin yang sebenarnya sangat sepele dan bisa dicegah apabila kita teliti sebagai pemilik mobil, kerusakan ini berakibat cukup fatal yang akan menguras dana yang tidak sedikit dari kantong anda. Jadi Sebelum hal itu terjadi segeralah lakukan perbaikan atau modifikasi atau tindakan yang perlu dilakukan sebelum hal hal yang tidak kita inginkan terjadi.
Beberapa hal ini adalah.

1. Mesin Overheat 

Jangan Sepelekan Overheat pada mesin, bila anda waktu mengemudi dan tiba tiba melihat indikator suhu mobil meningkat dan tidak biasanya. Waspadalah dan segera menepi untuk memeriksa keadaan kendaraan anda. Faktor overheat yang biasa terjadi adalah.
  • Buntunya radiator karena berkerak ( tidak memakai coolant )
  • Macetnya thermostat karena kerak atau memang umur yang sudah kadaluwarsa.
  • Tutup radiator yang bermasalah.
  • Kondisi kipas pendingin yang tidak bekerja dengan baik ( visco kering atau kipas electrik. beserta sensornya bermasalah)
  • Kondisi Waterpump yang sudah tidak optimal.
  • Kelainan mesin ( misal habis overhoul sehingga jalur mantel jaket tersumbat perpak dan lain lain)
Jangan sekali kali anda nekat untuk menjalankan mobil yang temperaturnya sudah mencapai titik puncak karena mesin anda akan macet dan menghancurkan silinder cop bagian atas.

2. Pompa Olie Tidak Naik

Waspadalah terhadap lampu indikator
Waspadalah terhadap lampu indikator
Pompa Olie yang melemah ditunjukkan dengan indikator olie di dasboard yang sudah menyala. atau ketika mobil stationer indikator menyala, sedang ketika digas indikator mati. ya kerusakan itu mungkin disiebabkan swith olie yang bermasalah. tapi bila anda mengalami hal itu segeralah cek ke bengkel terdekat untuk memastikan olie dapat naik untuk melumasi mesin anda.

3. Kebocoran Olie / Hilangnya Olie

Kebocoran olie disini bisa saya artikan adalah
# Kebocoran karena olie terbakar akibat keausan. pada jenis ini mesin memang sudah waktunya overhoul, tapi biasannya dipaksakan karena belum adanya dana atau karena ada alasan tertentu. Bila anda memang menunda perbaikan selalu pastikan jumlah olie tetap sesuai batas yang dianjurkan dengan secara periodik menambah jumlah olie.
# Kebocoran karena kecelakaan misal baut tap yang sudah aus lalu lepas dijalan, bila anda tidak teliti maka mesin anda pasti hancur. Tindakan pencegahan adalah selalu teliti dalam memperhatikan instrumen kendaraan anda, dan jangan sepelekan kondisi baut penutup olie ( mesin, gardan dan verneling ) untuk selalu terkunci dengan kuat dan benar. 

4. Putusnya Timing Belt

Gantilah Timing Belt  Sesuai Anjuran Pabrik
Gantilah Timing Belt
Sesuai Anjuran Pabrik
Di era modern ini hampir di kata pemakaian timing belt menjadi sangat populer karena bisa menghemat berat mesin, dan memperhalus suara mesin. akan tetapi pabrikan kadang dalam mendesain mobilnya kurang memperhatikan pemakaian user yang ceroboh. ya ceroboh terutama orang indonesia terkenal tidak mau melakukan perawatan teratur ( hanya mau memperbaiki ketika mobil sudah rusak ) Alhasil banyak kejadian timing belt putus di jalan, dan bila putus tentunya anda bisa bayangkan sendiri bukan ketika Piston beradu dengan Klep karena unit penyelarasnya sudah putus??
Untuk Itu Selalu gantilah Timing belt sesuai jadwal petunjuk yang di syaratkan pabrikan, dan Gantilah lebih awal bila mobil anda melalui medan yang selalu macet. Karena anda tahu bukan patokan pengantian timing belt biasanya hanya dari jarak tempuh kilometer. tetapi ketika mobil anda beroperasi didaerah perkotaan semisal Jakarta. tentunya perhitungan jarak kilometer sudah menjadi tidak berlaku atau bila berlaku tentunya akan sangat beresiko memaksa penggantian unit timing belt dari pada anda harus memperbaiki belt yang putus beserta kerusakan mesinnya/

5. Knoking berlebihan 

Knoking yang berlebihan bila dipaksakan bisa berakibat fatal pada unit mesin anda, berhati-hatilah, bila anda memakai bahan bakar yang kurang bagus jangan terlalu memaksa kinerja dari mesin. selalu pakai penggunaan gigi verneling yang ideal sesuai kecepatan yang disarankan. Terutama untuk mobil mobil yang sudah dimodifikasi lebih rentan mengalami gejala knoking. (pemakaian supercharger tambahan atau Turbo )

6. Water Hammer

Water hammer adalah masuknya sejumlah besar air kedalam ruang pembakaran, (biasanya terjadi karena mobil melintasi medan banjir lalu saluran napas mesin menghirup air ). Ketika air masuk keruang kompresi dalam jumlah besar, maka unit yang paling menderita adalah Piston. karena piston merupanan titik terlemah dalam unit kompresi mesin.
Untuk pencegahan selalu ketahui titik tertinggi dari napas mobil anda dan bila terjadi banjir Janganlah memaksa untuk melewati, ingat mobil anda bukan perahu.

8 Teknologi Otomotif Terbaru..

.Teknologi otomotif terus berkembang seiring perjalanan waktu. Perkembangan teknologi tersebut seiring dengan kebutuhan pasar yang semakin kompleks, dan kemudian direspons dengan terobosan baru dan mutakhir yang dilakukan oleh para produsen otomotif.
Namun sayang, karena adanya beberapa hambatan yang tak memungkinkan untuk pengaplikasian teknologi tersebut, maka para konsumen otomotif harus bersabar hingga pada waktunya nanti teknologi tersebut bisa digunakan. Berikut ini 8 teknologi mobil masa depan yang mungkin terwujud:
1. 'Cloud Computing' pada Mobil
Ketika teknologi cloud computing sedang berkembang dan demikian pula dengan sistem pengenal suara, perusahaan Ford mengembangkan perangkat informasi yang tidak cuma membuat pengendaranya tahu soal kondisi lalu lintas, batas kecepatan, dan petunjuk agar terbebas dari area macet, tetapi juga segala hal seperti juga orang memanfaatkan internet dan jaringan sosialnya.
Sejauh ini, Ford bersama Apple mengembangkan kokpit yang menghubungkan laser dan radar antar-mobil Escort dengan iPhone, dengan nama SmartCord Live.
2. Baterai Hibrida Berukuran Kecil
Baterai belakangan masih menjadi persoalan dalam pengembangan mobil hibrida karena ukurannya yang tidak kecil. Chevy Volt dan Nissan Leaf menjadi contoh bagi pengembangan baterai ini dengan mengganti baterai konvensional dengan bahan lithium superionic conductors atau thio-LISICONs (solid ceramic material containing lithium, sulfur, germanium, dan phosphorous) untuk memangkas bobot dan ukuran.
Baterai itu bernama Sakti3 dan Planar Energy, dan GM selaku pemangku kepentingan di balik Sakti3 mengklaim akan mewujudkannya dalam waktu lima tahun ke depan. Dengannya ruang mobil hibrida akan lebih lega, tetap tetap bisa memiliki daya tempuh yang sama.

3. Perangkat Sistem Pembakaran Bermasa Pakai Panjang
Mercedes-Benz melihat bahwa busi konvensional sebenarnya kewalahan dalam memberi pengapian sehingga mengakibatkan gas buang berlebih. Mereka lantas menggunakan sejumlah busi lebih dalam pembakaran kompresi tinggi pada mesin 3,5 liter V6. Hasilnya adalah pembakaran yang lebih sempurna dan sistem pengapian yang lebih berumur panjang plus hemat bahan bakar 10 persen.
4. Mesin Kecil Berperforma Tinggi
Belakangan, BMW dan Mercedes-Benz mulai mengenalkan ulang mesin empat silinder yang lebih hemat, demikian halnya Volvo. Sementara itu, Ford dan GM sedang asik menguji coba penggunaan mesin 1.000 cc tiga silinder yang dipadu dengan turbocharger dan 'direct injection'. Mesin berukuran kecil dan hemat bahan bakar ini sanggup bekerja keras dan punya performa tinggi.
5. Pemanfaatan Energi Panas Hasil Pembuangan
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa sepertiga energi dari bahan bakar pada mesin membuat panas yang dihasilkan terbuang percuma. Sejauh ini, sudah ada pengembangan dan penggunaan teknologi turbocharger, turbocompounding (memanfaatkan turbin pada saluran buang untuk menggerakkan crankshaft) dan terakhir BMW dan Honda mengembangkan pemanfaatan energi panas sisa pembakaran pada mesin.
Terakhir, BMW sendiri mengembangkan apa yang digunakan NASA dalam pemanasan semikonduktor hasil pembuangan mesin dan selanjutnya menghasilkan listrik selama akselerasi, yang kemudian bisa dimanfaatkan dalam meregenerasi listrik lagi saat pengereman.
6. Ban Isi Angin Sendiri
Goodyear mengembangkan produk Air Maintenance Technology (AMT) berupa ban yang bisa mengisi angin sendiri. Pada dasarnya, mereka memasangkan rongga yang terhubung ke semacam ban dalam kecil yang ditempelkan di dinding dalam ban utama. Jika ban berputar, maka angin akan masuk melalui pintu pengontrol serta memenuhi ban dalam kecil itu dan menyebarkannya agar seimbang sehingga konstruksi ban menjadi kokoh.
Kapasitas angin yang masuk akan diawasi katup sehingga sesuai kebutuhan. Goodyear dalam pengembangannya didukung oleh Departemen?Energi AS dan Pemerintah Luxembourg.
7. Penggerak Listrik AC Hibrida Tanpa Magnet Permanen
Ketika China menjadi penyuplai utama neodymium, sebuah bahan baku besi yang sangat jarang untuk magnet permanen pada penggerak aliran listrik AC pada mobil hibrida, General Motors membuat penggerak serupa tanpa magnet tersebut.
Dalam kerja induksinya, listrik statis menginduksi gaya tarik serupa magnet di dalam penggerak yang terbuat dari lapisan-lapisan besi sebagai pengganti magnet permanen tadi. Alhasil, penggerak elektrik ini ringan, murah, cukup mumpuni dalam membawa beban, walaupun belum bisa bekerja lebih lama.
8. Serat Karbon Tak Hanya untuk Badan Mobil
Setelah jadi andalan untuk digunakan sebagai panel badan mobil, khususnya di arena balap, serat karbon yang terkenal ringan dan kokoh itu akan diaplikasikan juga pada suspensi, bahkan blok mesin dan lainnya. Sebuah perusahaan di Florida bernama Composite Castings membuat sejumlah mesin empat silinder berbahan 'carbon-fiber-reinforced epoxy' yang membuatnya lebih ringan 20 pon (9 kg), bahkan dibanding blok mesin sama berbahan aluminium.
Di lain negara, di Australia, firma bernama Carbon Revolution membuat velg berukuran diameter 20 inci dan lebar 12,5 inci dengan bahan serupa, yang membuatnya lebih ringan 40 persen dari velg berbahan aluminium.
Read more: wisbenbae: 8 Teknologi Otomotif Terbaru...

Perkembangan Teknologi Otomotif


mobil antik
Teknologi otomotif dunia berkembang sangat pesat, mulai dari desain interior ekterior, system kelistrikan, system pengapian, konstruksi mesin dan lain sebagainya telah mengalami perkembangan dan perubahan yang signifikan dari tahun ke tahun. Pada system pengapian motor misalnya dari mulai penggunaan platina, CDI, dan sekarang ECU yang lebih pintar hingga mampu mendeteksi karakter pengguna dan menyesuaikan segala seting yang diperlukan pada motor sesuai dengan karakter pengguna sehingga didapatkan performa maksimal.
Dengan pesatnya perkembangan otomotif dunia hingga saat ini mulai dilakukan riset penggunaan motor listrik pada kendaraan untuk menggantikan mesin konvensional yang selama ini telah menjadi sumber tenaga bagi kendaraan.
Sensasi mengendarai kendaraan listrik mungkin akan terasa berbeda disbanding sensasi mengendarai motor konvensional, motor listrik yang lebih senyap akan menciptakan Susana berkendara tersendiri tentunya dibanding motor konvensional yang meraung raung.
Seperti saat maraknya penjualan motor matik,
Pada awal kemunculan dan penggunaan motor matik mungkin dari pengguna motor atau biker akan merasakan sensasi berbeda  sering ditemui sindrom mencari perseneling untuk oper gigi saat menggunakan motor matic. Karena setelah sekian lama telah terbiasa mengendarai motor manual kemudian menjajal motor matic, kebiasaan atau respon motoric saat mengendarai motor manual masih terbawa dan melekat kuat. Sehingga saat mengendarai motor matic yang notabene hanya menarik  tuas gas hingga tercapai kecepatan yang diharapkan akan terasa kagok atau kaku.
Dalam hal perubahan dari motor manual ke matic mungkin merupakan perubahan yang tidak terlalu mendasar karena kita masih dapat mendengarkan raungan mesin  bensin yang masih termasuk konvensional, terlepas dari fitur atau teknologi yang disematkan kedalamnya tapi secara garis besar atau secara umumnya mesin motor tidak mengalami perubahan secara mendasar.
Nahh… bagaimana kalau mesin motor ber-piston yang selama ini kita kenal diganti dengan mesin elektrik.?!
Sensasinya pasti akan sangat berbeda. Mulai dari hilangnya sensasi mengoper gigi tentunya, ditambah lagi hilangnya sensasi raungan suara knalpot yang menggelegar.
Menunggangi motor electric akan terasa senyap sepi, jadi ingat sepeda elektrik yang sempat booming beberapa waktu lalu  wuzzz .. sunyi senyap tanpa suara.
tapi tentu itu hanya masalah kebiasaan saja. Sama seperti fenomena motor matik disaat pertama pemunculannya tentu menuai pro dan kontra. Setelah sekian lama pun akhirnya motor matik dapat diterima dengan baik seiring berjalannya waktu.
Ide Penggunaan motor listrik pada kendaraan telah muncul beberapa tahun lalu dengan dihadirkannya mobil Hybrid yang menggendong dua jenis mesin dengan aliran yang berbeda, yaitu mesin berbahan bakar minyak dan mesin listrik dengan tujuan utama tentu penghematan bahan bakar dan meminimalisir jumlah polusi yang dihasilkan. Tapi tentu kendaraan model ini relative mahal dibanding kendaraan konvensional yang umum saat itu.
Saat ini produsen dunia mulai melirik membangun kendaraan listrik yang 100% free emisi gas buang. Sebut saja Tesla Motors misalnya mampu membangun mobil listrik dengan jangkauan hingga 426Km dalam kondisi baterai penuh, tentu sudah cukup memadai untuk penggunaan sehari-hari. Hanya saja teknologi ini masih sangat mahal untuk dapat bersaing dengan mobil konvensional saat ini.
Walaupun demikian teknologi otomotif dunia sepertinya akan Mengarah kesana mengingat keterbatasan bahanbakar minyak, polusi yang dihasilkan dari kendaraan yang berbahan bakar minyak yang menghasilkan emisi gas buang yang sudah mulai memprihatinkan dan perkembangan teknologi yang sudah memungkinkan terciptanya kendaraan elektrik yang lebih canggih.
Tentu perubahan dari mesin konvensional ke mesin listrik tidak semudah seprti merubah transmisi manual menjadi matik. Banyak hal yang perlu menjadi perhatian, Masalah teknis seperti pembangunan pabrik khusus yang tentu memerlukan investasi yang luar biasa dan masalah non teknis yang meliputi kebijakan politik , ekonomi, sosial dan budaya
Indonesia pun sempat berusaha membangun mobil listrik yang 100% Indonesia. Proyek yang digagas oleh menteri BUMN saat itu yaitu Bapak Dahlan Iskan yang dibantu beberapa teknisi ahli berskala dunia. Dalam proyek ini Bapak Dahlan Iskan rela gaji nya sebagai menteri dipakai demi untuk pengembangan mobil listrik tersebut. Tetapi proyek ini pun akhirnya tidak jelas arahnya, hal ini tentu tidak lepas dari masalah kebijakan pemerintah yang kurang memberikan dukungan untuk pengembangan mobil listrik yang merupakan masalah non teknis dalam upaya pengembangan mobil listrik selain masalah masalah teknis lainnya. Hingga akhirnya salah satu teknisi ahli dalam upaya membangun 'mobil listrik 100% Indonesia' memutuskan Hengkang dari Indonesia karena merasa upaya nya dan impiannya untuk mengembangkan mobil listrik di Tanah Air tidak juga menunjukkan titik terang.
Mungkinkah mesin motor konvensional akan ditinggalkan dan digantikan dengan motor listrik?, seperti halnya mesin 2Tak yang sudah mulai ditinggalkan para produsen motor, dan bahkan ajang motoGP pun sudah meninggalkan teknologi mesin 2tak karena menganggap pengembangan teknologinya sudah mentok terlepas dari emisi gas buang mesin 2tak yang lebih tinggi.

TEKNOLOGI OTOMOTIF TERBARU


Teknologi di industri permobilan mengalami perkembangan pesat. Berbagai inovasi dihadirkan untuk memberikan kenyamanan, keamanan, hingga menciptakan pengendaraan yang lebih berkualitas. Berbicara teknologi, banyak yang dimulai dari mimpi. Misalkan saja dulu tidak pernah terpikir mobil dapat parkir sendiri atau antar-kendaraan bisa ‘berkomunikasi’ untuk menghindari kecelakaan. Tapi, sekarang semuanya sudah terwujud, bahkan  hingga ke teknologi yang memungkinkan pengereman dilakukan secara otomatis, ketika berhadapan dengan kendaraan lain. Semua teknologi itu tentunya membuat mobil semakin bermanfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan.
Parkir Pintar (Active Park Assist)
Lexus termasuk perusahaan yang pertama kali mengaplikasikan teknologi parkir pintar ini. Terakhir, Ford Motor Company (FMC) mengenalkan Active Park Assist yang akan diaplikasi pada Lincoln MKS sedan dan MKT crossover. Teknologi ini menggunakan sistem sensor ultrasonic dan electric power assisted steering (EPAS) untuk memposisikan secara otomatis kendaraan, dengan cara mengkalkulasi dan mengoptimalkan sudut lingkar kemudi saat melakukan parkir paralel.
Pengemudi cukup menekan tombol Active Park Assist dan mobil bisa secara cepat, mudah, dan aman memarkir kendaraan tanpa perlu menyentuh lingkar kemudi. Tampilan visual atau audio akan memberitahukan pengendara terhadap jarak dengan mobil lain, obyek, atau orang.
Pengereman Otomatis dan Pre-Crash
Volvo menghadirkan teknologi keselamatan yang disebut Collision Warning with Full Auto Brake (CWAB). Fitur terbaru ini akan mendeteksi posisi kendaraan di depan melalui radar dan sensor kamera, lalu akan memicu sistem pengereman secara otomatis, bila pengemudi tidak menyadari adanya potensi kecelakaan.
Jarak efektif dengan kendaraan lain yang bisa ditangkap radar dan kamera sekitar 150 m. Ketika jaraknya mendekat, sistem ini akan memberi peringatan kepada pengemudi. Bila pengemudi tidak merespon, maka CWAB secara otomatis akan mengerem kendaraan. XC60 juga mengaplikasi City Safety yang dilengkapi sensor laser. Sensor ini mampu memonitor berbagai obyek pada jarak lebih dari 10 meter dan apabila membaca adanya persimpangan dan kemacetan lalu-lintas di dalam kota, pesan sinyal akan disampaikan kepada komputer agar kecepatan XC60 dikurangi. Misalnya, di kecepatan di atas 15 kpj, komputer secara otomatis akan menekan rem 50% apabila terdapat kendaraan yang melaju pelan atau berhenti di depan dan tidak diketahui pengemudi.
Toyota juga memiliki teknologi yang hampir serupa dan dinamakan Front-side Pre-crash Safety System dan Pre-crash Seatback, yang dipakai Toyota Crown. Inovasi Toyota ini mampu memprediksi secara akurat skenario akan terjadinya tabrakan dengan menggunakan gelombang radar yang dipancarkan secara diagonal ke kanan dan ke kiri kendaraan. Hal ini untuk mendeteksi kendaraan yang melaju kencang dari persimpangan jalan.
Pre-Crash system juga mengendalikan banyak hal, seperti pengatur sandaran kursi dan sabuk pengaman penumpang depan dan belakang. Sistem ini juga akan menegakkan sandaran kursi agar airbag bisa memberikan perlindungan maksimal. Pre-Crash Intelligent Head restraint disiapkan untuk mengurangi risiko cidera leher akibat hentakan dari belakang.
Reduksi Emisi NOx
Mazda mencatatkan CX-7 sebagai mobil penumpang pertama di Jepang yang menggunakan Urea Selective Catalytic Reduction (SCR) untuk mesin diesel. Tujuannya jelas, Mazda ingin mengubah persepsi bahwa SUV menjadi penghasil emisi gas buang terbesar. Melalui teknologi baru ini, pembakaran mesin MZR-CD 2.2L turbo diesel yang menghasilkan sisa Nitrous Oxide (NOx) akan dibersihkan melalui penyemprotan urea cair. Penggunaan sistem ini berdampak pada konsumsi bahan bakar yang lebih efisien dan menekan emisi CO2 (dari mesin bensin). Berkat teknologi SCR, CX-7 facelift bisa melenggang dengan sempurna untuk lolos dari regulasi emisi Euro5.
SCR dan urea cair ini disimpan di tempat khusus di belakang dengan tidak mengurangi ruang penumpang belakang. Untunglah mesin diesel CX-7 sudah rendah emisi sehingga tangki penyimpanan urea cair berukuran kecil. Urea cair ini merupakan zat kimia yang tidak berbahaya dan umum digunakan sebagai pelengkap pada pelembab kulit dan krim pelembut tangan.
Pengendali Pasokan Oksigen di Ruang Bakar
Selama ini pengaturan pasokan bahan bakar diatur seiring pijakan pedal akselerator, sehingga kendali pasokan oksigen diatur sesuai bukaan katup pada throttle di ujung saluran masuk atau besar kecilnya celah katup masuk. Gerakan buka-tutup katup ini memiliki durasi yang berlangsung konstan. Namun, gerakan konstan ini terkadang tidak sesuai kebutuhan mesin, karena pada saat tertentu mesin terbebani, yang membuatnya kehilangan daya optimum.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Fiat melakukan riset yang menghasilkan sebuah sistem yang dapat mengubah gerak katup dari konstan menjadi variabel atau sesuai kebutuhan. Fiat mulai memperkenalkan rancangan ini untuk pertama kalinya pada 1960 dan kini telah disempurnakan menjadi teknologi MultiAir. Prinsip kerjanya terkonsentrasi pada pergerakan katup pasokan masuk udara dalam mengatur jumlah udara ke ruang bakar. Dengan mengandalkan pergerakan piston dan camshaft yang akan mengerakan katup saat piston di posisi hisap (siklus 4-tak yang pertama), sebuah solenoid akan mengatur durasi katup masuk tersebut.
Sejauh ini, teknologi pengaturan buka-tutup katup sebenarnya telah banyak dikembangkan oleh manufaktur lain. Sebut saja, 4-valve technonolgy dari Mercedes atau VANOS (Variable Nockenwellen Steuerung) dan Valvetronic milik BMW. Dari ranah manufaktur Jepang, nama VVT-i (Variable Valve Timing) dari Toyota atau VTEC (Variable Valve Timing and Lift Electronic Control) kepunyaan Honda, serta MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control system). Namun, kebanyakan teknologi itu memakai sistem elektronik sebagai kendali rangkaiannya, dengan menggunakan ECU terpisah serta aktuator yang disematkan pada ujung camshaft dan cara ini memiliki tingkat kerumitan cukup tinggi. Hal inilah yang lantas disederhanakan Fiat dengan memanfaatkan oli mesin.
Berkat MultiAir, tenaga puncak mobil diklaim naik sekitar 10%. Tidak hanya itu, torsi pada putaran mesin rendah meningkat hingga 15% karena udara masuk lebih banyak. Kerugian mekanis akibat gesekan antar komponen mesin (pumping loss) juga berkurang hingga 10%, diikuti turunnya output emisi CO2. Dengan cara ini pula, konsumsi BBM terpangkas 25% dibanding mesin lain dengan kapasitas dan jumlah silinder sama, dan menekan emisi gas buang karbon monoksida 40% serta nitrogen oksida 60%. Rencananya, teknologi MultiAir ini diterapkan pada mesin 16-katup 1,4 liter milik Alfa Romeo MiTo di akhir 2009.
Pelacak Pejalan Kaki dan Pengendara Sepeda
BMW Group Research & Technology bekerjasama dengan beberapa institut riset di Jerman mengembangkan teknologi Car-2-X Communication. Teknologi ini diciptakan untuk menghindarkan mobil dari kemungkinan menabrak pejalan kaki atau pengendara sepeda yang berjalan di sela-sela mobil-mobil yang sedang terparkir. Pencegahan terjadinya insiden kecelakaan itu didapat melalui penerimaan data dan teknologi pelacakan, termasuk kerjasama sistem sensor antara kendaraan dan transponder yang hasilnya membuat pejalan kaki bisa teridentifikasi.
Proyek yang dalam bahasa Jerman disebut ‘AMULETT’ tersebut dibiayai Kementerian Negara Ekonomi, Infrastruktur, Transportasi, dan Teknologi Jerman selama tiga tahun. Dalam mengerjakannya, BMW menggandeng berbagai pihak seperti Continental Safety Engineering International GmbH, Fraunhofer Institute for Integrated Circuits, Institute for High Frequency Engineering at Munich’s Technical University, dan ZENTEC GmbH.
Sistem Car-2-X Communication menggunakan RFID (Radio Frequency Identification) yang di masa depan akan terintegrasi dengan tas sekolah, telepon mobil, atau tongkat berjalan. Secara singkat cara kerjanya, mobil akan mengidentifikasi sinyal elektromagnet yang dipacarkan transponder pada frekuensi 2,4 GHz dan data tersebut diolah melalui tampilan visual, sehingga pengemudi mengetahui posisi pejalan kaki meskipun tidak terlihat.
Layar Terpisah (Splitview)
Mercedes-Benz memahami keinginan antara pengemudi dan penumpang depan yang berbeda dalam menikmati monitor yang terdapat pada kendaraan. Untuk itu, generasi S-class berikutnya akan memiliki fitur yang disebut Splitview Comand Display. Teknologi baru yang dibuat melalui kerjasama dengan Bosch ini menjadikan monitor pada dashboard dapat menampilkan tayangan berbeda, tergantung posisi pengemudi dan penumpang depan.
Misalnya, pengemudi menginginkan peta navigasi, sedangkan penumpang depan secara bersamaan menginginkan memutar film DVD favoritnya untuk menghilangkan kejenuhan saat berkendara, maka layar yang sama akan menampilkan dua tampilan berbeda. Layar bekerja dengan cara menyisipkan sebuah filter yang akan mengatur pixel di dalam LCD untuk menampilkan citra tertentu dari sudut pandang yang berbeda. Dengan demikian, pengemudi akan tetap berkonsentrasi terhadap navigasi agar tidak tersesat di jalan, sementara penumpang dapat menggunakan remote control untuk menikmati fasilitas hiburan dan headphone di telinganya.
Manajemen Lalu-Lintas
Sebuah cara baru untuk mengurangi kemacetan lalu-lintas diperkenalkan Audi melalui sistem barunya yang disebut Travolution. Perangkat lunak yang menghabiskan dana riset sekitar 1,2 juta Euro ini memungkinkan pemilik Audi mendapatkan informasi mengenai lampu lalu-lintas: kapan hijau atau merah. Dari informasi yang didapat itu, kendaraan dapat menghitung jarak dan menjaga kecepatan menjelang lampu lalu-lintas sehingga akan mengurangi kondisi ‘start & stop’ saat menunggu lampu merah.
Proyek Travolution itu mendapat dukungan dari departemen lalu-lintas kota Ingolstadt, Jerman, karena akan mengurangi durasi berhenti kendaraan, sehingga kemacetan lalu-lintas bisa dikurangi. Sistem kerjanya, modul komunikasi yang dipasang di lampu lalu-lintas akan mengirimkan informasi pada mobil mengenai kapan lampu hijau menyala. Sedangkan sistem komputer di kendaraan akan menghitung berapa kecepatan yang harus dilakukan pengemudi agar pada saat melintas di lampu lintas yang dituju dalam keadaan ‘hijau’. Informasi divisualkan melalui menu multimedia interface di dalam kendaraan. Cara ini juga selain mengurangi frekuensi berhenti, dapat menurunkan konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang CO2.
Airbag Penumpang Belakang
Pemasangan airbag untuk pengemudi dan penumpang depan sepertinya sudah umum diterapkan manufaktur. Namun, untuk penumpang belakang, sedikit sekali yang mencurahkan perhatiannya. Untuk mengakomodir keselamatan penumpang belakang, Toyota akhirnya menciptakan rear window curtain shield airbag pertama di dunia yang diaplikasi pada mobil kecil iQ.
Airbag ini menggunakan sistem Supplemental Restraint System (SRS) untuk melindungi bagian belakang kepala penumpang baris kedua, sehingga dapat meminimalkan risiko cedera serius saat terjadinya tabrakan dari belakang. Airbag ini akan mengembang dari bagian roof lining di atas jendela belakang dan membentuk tirai pelindung. Lebih jauh lagi, Toyota menambah airbag untuk penumpang belakang yang dipasang di konsol tengah kursi belakang (rear-seat center airbag), untuk mencegah cedera serius benturan sesama penumpang.
Eco-Driving
Teknologi hybrid memang dapat mengurangi konsumsi bahan bakar, tetapi kemampuan itu dapat hilang bila gaya dalam mengemudi bersifat agresif. Untuk mensosialisasikan prinsip eco-driving, Honda melakukan terobosan dengan mengenalkan Ecological Drive Assist System (EDAS). Sistem ini bertujuan membantu pengemudi dalam menerapkan prinsip mengemudi eco-driving.
EDAS diaplikasi oleh mobil hybrid Insight. EDAS memiliki tiga fitur kunci dan yang pertama adalah mode ECON. Setelah menekan tombol ECON di dashboard, secara otomatis mode ini akan mengontrol kinerja mesin, fungsi transmisi (CVT), dan komponen powertrain lainnya agar lebih ekonomis. Di sini efektivitas mesin akan lebih maksimal dengan mengatur fungsi AC, memperpanjang jeda berhentinya mesin saat mobil berhenti, dan memaksimalkan kemampuan pengisian ulang baterai saat pengereman.
Fitur kedua adalah fungsi pembimbingan melalui indikator berwarna pada speedometer. Jika muncul warna hijau sebagai background, berarti Anda telah mengemudi secara efisien. Jika warna latarnya berubah biru, maka gaya mengemudi Anda membuat konsumsi bahan bakar lebih boros. Fitur terakhir adalah fitur penilaian. Setelah Anda berkendara, komputer akan menampilkan sebuah grafik pohon kecil di layar Multi Information Display (MID). Makin ekonomis cara mengemudi, maka makin banyak daun yang tumbuh di pohon tersebut. Terlebih bila mengemudi secara sempurna atau sangat ekonomis, maka tak hanya daun yang muncul tapi juga gambar bunga. Terakhir ketika kunci kontak dimatikan, MID akan memunculkan nilai yang dicapai pengemudi.
Mobil Anti-lapar Pertama di Dunia dari Infiniti
Teknologi  telematika pada kendaraan terus mengalami perkembangan pesat. Setelah pendeteksi kelelahan, kini telah dikembangkan sebuah fitur revolusioner yang akan mengetahui kondisi pengemudi dalam keadaan lapar. Adalah Infiniti yang memperkenalkan teknologi pertama di dunia tersebut yang tidak hanya memberi peringatan saat perut lapar, tapi juga akan menuntun pengemudi menuju restoran terdekat. Fitur bernama Gastronomi ini akan menjadi pilihan bagi pembeli saloon mewah Infiniti M yang mulai dijual September 2010 mendatang di Eropa.
Tujuan Infiniti jelas, bahwa fitur ini akan mengurangi resiko insiden membahayakan yang diakibatkan perut kosong. Gastronomi meliputi fitur-fitur terkini seperti Active Noise Control (ANS), Connectiviti dan Forest Air Climate Control (FACC). ANS terdiri dari sensor suara yang terletak di atap pengemudi untuk mendeteksi suara di dalam tubuh pengemudi seperti perut keroncongan. Bila volumenya terdengar, maka display simbol pisau dan garpu akan muncul melalui layar informasi Connectiviti yang juga telah dilengkapi sistem navigasi milik Michelin Red Guide.
Sedangkan Forest Air Climate Control berguna dalam menggantikan udara kotor dan berbau dengan menghembuskan udara segar ke dalam kabin. Fitur Gastronomi juga memiliki mode Fitness yang akan mengkalkulasi bobot ideal pengemudi berdasarkan memori pada tempat duduk. Teknologi dari brand mewah Nissan ini tercipta berkat kerjasamanya dengan Narita Office for Subsistence & Health (NOSH), Jepang. Penelitian keduanya menyebutkan perut lapar bisa menganggu konsentrasi mengemudi dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

we are otomotif riloz